Banyak penduduk dan turis dari berbagai negara menyerbu Nusa Dua, Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia, Kabupaten Badung, Bali, untuk menghadiri pembukaan Festival Cahaya Nusa Dua pada tahun 2018 pada Senin, 06/11/2018. bahwa kami melihat promosi di Instagram, kami memiliki festival lampion yang lampionnya di datangkan dari pengrajin lampion di bali yang sangat terkenal memproduksi lampion berkualitas tinggi, tetapi hari ini semuanya berbeda dan lebih menarik karena air mancurnya menari, ”kata Rahra, yang mengunjungi Denpasar. kedua putranya di Nusa Dua. Penyelenggaraan Festival Cahaya di Nusa Dua pada tahun 2018 berbeda dari acara-acara sebelumnya karena festival ini menghadirkan daya tarik tarian air mancur atau tarian air mancur yang disajikan di Bali.

I, Wayan Carioca, direktur pelaksana Nusa Dua-ITDC, menjelaskan bahwa daya tarik tarian air mancur adalah salah satu perbedaan utama antara Festival Cahaya Nusa Dua kali ini. Program ini akan menyenangkan pengunjung dengan daya tarik air mancur menari 20 dengan 20 meter, yang mengiringi irama musik dengan berbagai warna lampu. “Daya tarik air mancur menari di Nusa Dua juga berbeda dari air mancur menari yang dulu, karena menggabungkan tarian api di tengah-tengah tarian air mancur,” katanya.

Festival Cahaya Nusa Dua pada tahun 2018 mengangkat tema cahaya bawah air di bawah moto “Air, Api dan Tarian”. Lusinan lampion yg jual lampion di bali yang terpapar tampaknya didominasi oleh bayangan atmosfer bawah laut, seperti ikan, terumbu karang, dan ubur-ubur. Lampion dengan berbagai bentuk mulai dari lampion karakter, lampion gantung, hingga lampion terbang di sajikan untuk penonton.

Tidak hanya lampu di bawah laut, terowongan terowongan, yang dihiasi dengan berbagai warna cahaya, juga merupakan salah satu tempat favorit potret diri. Selain menghadirkan lusinan bentuk lampion yang berbeda, pembukaan Festival Cahaya Nusa Dua pada 2018 juga menampilkan beberapa kesenian tradisional dari berbagai desa setempat. Selama 35 hari festival, panitia fokus pada festival cahaya Nusa Dua pada tahun 2018, yang dikunjungi oleh antara 2500 dan 3000 pengunjung per hari. “Kami berharap bahwa festival ini adalah varian dari tempat-tempat wisata di Bali, khususnya di wilayah Nusa Dua, sehingga keluarga dapat menghabiskan liburan dan liburan sekolah selama liburan,” kata Vayan Karioka.

Tags: